Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pasaman Optimistis Sukseskan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P), Persiapan H-1 Dimaksimalkan

Rini Juita dalam kegiatan rapat finalisasi persipan kegiatan P2P

Rini Juita dalam kegiatan rapat finalisasi persipan kegiatan P2P

Lubuk Sikaping, 22 Juli 2026 – Menjelang pelaksanaan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang akan digelar pada 23 Juli 2026, Bawaslu Kabupaten Pasaman terus memaksimalkan berbagai persiapan. Seluruh jajaran pimpinan dan sekretariat melakukan koordinasi intensif guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Persiapan yang dilakukan meliputi finalisasi administrasi peserta, kesiapan materi, perlengkapan kegiatan, koordinasi dengan narasumber, pengecekan sarana dan prasarana, hingga pembagian tugas kepada panitia pelaksana. Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Bawaslu Kabupaten Pasaman dalam menyelenggarakan kegiatan yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman, Rini Juita, menyampaikan bahwa Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) merupakan salah satu program strategis Bawaslu dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan pengawasan kepemiluan.

"Pendidikan Pengawasan Partisipatif bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya pengawasan yang melibatkan masyarakat. Kami optimistis kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta," ujar Rini Juita.

Ia menambahkan, keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Oleh karena itu, P2P menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta partisipasi masyarakat dalam mengawal setiap proses demokrasi.

Sementara itu, jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasaman memastikan seluruh aspek teknis pelaksanaan telah dipersiapkan secara matang. Mulai dari registrasi peserta, kesiapan ruang kegiatan, perangkat pendukung, konsumsi, hingga dokumentasi telah menjadi perhatian panitia agar pelaksanaan kegiatan berlangsung optimal.

Melalui koordinasi yang dilakukan pada H-1 pelaksanaan, setiap bidang diberikan tanggung jawab sesuai tugas masing-masing sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Evaluasi terhadap setiap persiapan juga dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi jalannya kegiatan.

Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) merupakan salah satu upaya Bawaslu dalam memperluas jaringan pengawasan partisipatif melalui pendekatan edukatif. Program ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen pengawas partisipatif yang memiliki pemahaman mengenai nilai-nilai demokrasi, integritas, kepemiluan, serta mampu berkontribusi dalam mencegah berbagai potensi pelanggaran pemilu di lingkungan masing-masing.

Bawaslu Kabupaten Pasaman optimistis, dengan dukungan seluruh pihak dan persiapan yang telah dimaksimalkan, pelaksanaan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) pada 23 Juli 2026 akan berlangsung dengan lancar, sukses, dan mampu menjadi sarana penguatan demokrasi melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu dan pemilihan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya pengawasan yang partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan semangat "Ayo Awasi Bersama", diharapkan semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam menjaga kualitas demokrasi demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di Kabupaten Pasaman.