Bawaslu Pasaman Siapkan Puluhan Kader Pengawas Partisipatif, Perkuat Demokrasi Menuju Pemilu 2029
|
Pasaman – Semangat membangun demokrasi yang lebih kuat mulai dipersiapkan sejak dini. Bawaslu Kabupaten Pasaman resmi membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dengan mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat." Kegiatan ini menjadi langkah strategis Bawaslu Pasaman dalam mencetak puluhan kader pengawas partisipatif yang siap menjadi agen pengawasan di tengah masyarakat menjelang Pemilu 2029.
Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Khadafi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Pasaman yang dinilai konsisten menghadirkan inovasi dalam membangun partisipasi masyarakat melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif.
Menurut Khadafi, pengawasan pemilu tidak lagi dapat dibebankan hanya kepada penyelenggara. Keterlibatan masyarakat menjadi fondasi penting untuk menjaga kualitas demokrasi agar tetap jujur, adil, dan berintegritas.
"Kami mengapresiasi Bawaslu Kabupaten Pasaman yang terus berkomitmen memperkuat pengawasan partisipatif. Program Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya demokrasi. Harapannya, para peserta tidak hanya memahami kepemiluan, tetapi juga menjadi penggerak pengawasan di lingkungan masing-masing menuju Pemilu 2029," ujar Muhammad Khadafi.
Puluhan peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap demokrasi. Selama kegiatan berlangsung, peserta dibekali berbagai materi mengenai kepemiluan, pengawasan partisipatif, pencegahan pelanggaran, etika demokrasi, hingga strategi membangun kesadaran masyarakat untuk ikut mengawasi setiap tahapan pemilu.
Seluruh materi disampaikan secara interaktif oleh Tim Fasilitator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasaman, yang mengajak peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga berdiskusi melalui studi kasus, simulasi pengawasan, serta praktik penyelesaian persoalan yang berpotensi terjadi pada penyelenggaraan pemilu.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Peserta aktif menyampaikan gagasan, bertukar pengalaman, hingga berdiskusi mengenai tantangan pengawasan di era digital yang semakin kompleks. Pendekatan pembelajaran yang komunikatif membuat materi terasa lebih dekat dengan realitas yang dihadapi generasi muda saat ini.
Pada sesi akhir, kegiatan ditutup dengan pembulatan materi yang disampaikan langsung oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman. Dalam sesi tersebut, peserta diajak menyatukan pemahaman bahwa menjadi pengawas partisipatif bukan hanya soal mengetahui aturan pemilu, tetapi juga membangun keberanian untuk peduli, mengingatkan, dan melaporkan setiap dugaan pelanggaran secara bertanggung jawab.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman (Rini Juita) menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan investasi demokrasi yang hasilnya akan dirasakan dalam jangka panjang.
"Demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang peduli. Kami ingin kader-kader Pengawas Partisipatif menjadi pelopor di lingkungan masing-masing, mengajak masyarakat menolak politik uang, melawan hoaks, menjaga hak pilih, serta mengawal seluruh proses Pemilu 2029 agar berjalan sesuai prinsip demokrasi yang berintegritas," ungkapnya.
Melalui tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat," Bawaslu Kabupaten Pasaman ingin menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi. Pengawasan bukan hanya tugas Bawaslu, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Dengan lahirnya puluhan kader Pengawas Partisipatif, Bawaslu Pasaman optimistis akan terbentuk jaringan pengawasan masyarakat yang semakin kuat. Para peserta diharapkan menjadi duta demokrasi yang mampu menularkan semangat pengawasan di sekolah, kampus, organisasi, maupun lingkungan tempat tinggalnya.
Bawaslu Pasaman percaya, ketika masyarakat ikut bergerak dan mengambil bagian dalam pengawasan, maka Pemilu 2029 tidak hanya menjadi pesta demokrasi, tetapi juga menjadi momentum menghadirkan pemilu yang jujur, adil, bermartabat, dan dipercaya oleh seluruh rakyat.