Lompat ke isi utama

Berita

Dari Sekolah untuk Demokrasi, Bawaslu Pasaman Tanamkan Nilai Demokrasi Jelang Pemilihan OSIS di SMAN 1 Bonjol

Rini Juita dalam memberikan pemahaman mengenai pentingnya demokrasi yang sehat kepada para pelajar, sekaligus menyaksikan rangkaian proses menjelang Pemilihan Ketua OSIS periode 2026–2027

Rini Juita dalam memberikan pemahaman mengenai pentingnya demokrasi yang sehat kepada para pelajar, sekaligus menyaksikan rangkaian proses menjelang Pemilihan Ketua OSIS periode 2026–2027

Bonjol, Pasaman — Pendidikan demokrasi tidak hanya berlangsung dalam ruang-ruang formal pemerintahan maupun dalam pelaksanaan pemilu. Nilai-nilai demokrasi juga penting ditanamkan sejak bangku sekolah melalui berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman langsung kepada generasi muda.

Hal tersebut dilakukan Bawaslu Kabupaten Pasaman saat hadir di SMAN 1 Bonjol dalam rangka memberikan pemahaman mengenai pentingnya demokrasi yang sehat kepada para pelajar, sekaligus menyaksikan rangkaian proses menjelang Pemilihan Ketua OSIS periode 2026–2027.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Rini Juita, Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman Zaini Afandi, serta jajaran staf sekretariat Bawaslu Pasaman. Kegiatan juga mendapat sambutan dari Kepala SMAN 1 Bonjol, Nur Azimi, S.Pd., M.Si.

Kehadiran Bawaslu Pasaman di lingkungan sekolah menjadi bagian dari upaya mendorong pendidikan demokrasi sejak dini. Para siswa diberikan pemahaman bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih dan dipilih, tetapi juga mengenai bagaimana setiap orang dapat menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan pilihan, menjalankan proses secara jujur, serta menerima hasil pemilihan dengan sikap yang bertanggung jawab.

Dalam sambutannya, Nur Azimi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Kabupaten Pasaman di SMAN 1 Bonjol. Menurutnya, pemilihan OSIS merupakan salah satu sarana bagi siswa untuk belajar secara langsung mengenai proses demokrasi dan kepemimpinan.

Ia berharap proses pemilihan OSIS dapat menjadi pengalaman positif bagi para siswa dalam memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, kebebasan menyampaikan gagasan, serta menghargai setiap perbedaan pilihan dalam sebuah proses demokrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Pasaman juga menyaksikan secara langsung penyampaian visi dan misi para calon kandidat OSIS SMAN 1 Bonjol periode 2026–2027.

Terdapat lima kandidat yang mengikuti proses pemilihan, yaitu Aira Najwa, Huda Defrindo, Viora Zavina, Muammar Rifki, dan Mahirah. Kelima kandidat menyampaikan visi, misi, serta gagasan mereka di hadapan warga sekolah sebagai bagian dari proses menuju pemilihan OSIS.

Bagi Bawaslu Pasaman, proses tersebut merupakan bentuk nyata praktik demokrasi yang dapat menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Pemilihan OSIS memberikan ruang bagi pelajar untuk belajar mengenai proses pencalonan, penyampaian gagasan, perbedaan pilihan, hingga menentukan pemimpin berdasarkan pertimbangan yang dimiliki masing-masing pemilih.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman Rini Juita menekankan pentingnya membangun pemahaman demokrasi sejak usia sekolah. Menurutnya, sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk membentuk generasi yang memahami pentingnya proses demokrasi yang sehat.

“Demokrasi yang sehat dibangun dari kebiasaan menghargai perbedaan, berani menyampaikan pendapat dengan cara yang baik, serta menghormati pilihan orang lain. Pemilihan OSIS ini menjadi salah satu ruang belajar bagi siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai tersebut,” ujar Rini.

Ia menambahkan, pengalaman yang diperoleh siswa melalui proses pemilihan OSIS dapat menjadi bekal ketika mereka nantinya menjadi bagian dari masyarakat dan menggunakan hak politiknya dalam pemilu maupun pemilihan.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Pasaman berharap pemilihan OSIS di SMAN 1 Bonjol tidak hanya menjadi agenda rutin sekolah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi para siswa.

Dari proses tersebut, para pelajar dapat belajar bahwa demokrasi bukan sekadar menentukan siapa yang terpilih, tetapi juga tentang bagaimana proses pemilihan dijalankan secara baik, setiap kandidat mendapatkan kesempatan menyampaikan gagasan, dan seluruh pemilih dapat menentukan pilihan secara bebas serta bertanggung jawab.

Kehadiran Bawaslu Pasaman di SMAN 1 Bonjol sekaligus memperkuat komitmen untuk terus memperluas pendidikan dan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat, termasuk menyasar generasi muda sebagai calon pemilih pada masa mendatang.