Lompat ke isi utama

Berita

Demokrasi Butuh Semua Pihak, Bawaslu Pasaman Gandeng Ormas Perkuat Pengawasan Partisipatif

Rini Juita (Ketua Bawaslu Pasaman) dalam kegiatan Konsolidasi demokrasi Bawaslu Pasaman

Rini Juita (Ketua Bawaslu Pasaman) dalam kegiatan Konsolidasi demokrasi Bawaslu Pasaman

Pasaman, Pengawasan demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Semangat inilah yang menjadi landasan Bawaslu Kabupaten Pasaman dalam melaksanakan konsolidasi demokrasi bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan di Media Center Bawaslu Kabupaten Pasaman, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan PA GMNI, FKPPI Kabupaten Pasaman, DPC GRANAT, dan Pemuda Pancasila Kabupaten Pasaman. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, membangun sinergi, serta mendorong peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pengawasan partisipatif.

Dalam upaya menjaga kualitas demokrasi, keterlibatan masyarakat memiliki peran penting. Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya pengawasan Pemilu dan Pemilihan. Dibutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan yang memiliki kedekatan dengan masyarakat serta jaringan yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarluaskan pendidikan demokrasi.

Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman mendorong agar organisasi kemasyarakatan tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga turut mengambil peran dalam membangun kesadaran demokrasi. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penyebaran informasi yang benar, edukasi kepada masyarakat, serta ajakan untuk berani melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Konsolidasi demokrasi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman bersama bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran. Masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap proses demokrasi diharapkan mampu menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk menjaga Pemilu dan Pemilihan agar berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas.

Kehadiran PA GMNI, FKPPI Kabupaten Pasaman, DPC GRANT, dan Pemuda Pancasila Kabupaten Pasaman menunjukkan pentingnya membangun ruang komunikasi antara Bawaslu dan berbagai elemen masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, informasi mengenai pengawasan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap kualitas demokrasi di Kabupaten Pasaman.

Upaya memperkuat pengawasan partisipatif juga tetap relevan pada masa non-tahapan. Meskipun tidak sedang berlangsung tahapan Pemilu atau Pemilihan, pendidikan politik, penguatan kesadaran masyarakat, serta pembangunan jejaring pengawasan perlu terus dilakukan. Persiapan sejak dini menjadi langkah penting agar masyarakat semakin memahami hak, kewajiban, dan perannya dalam kehidupan demokrasi.

Bagi Bawaslu Kabupaten Pasaman, konsolidasi demokrasi bukan sekadar pertemuan formal, melainkan bagian dari upaya membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan masyarakat. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian, keberanian, dan partisipasi nyata.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman berharap organisasi kemasyarakatan dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas gerakan pengawasan partisipatif, sehingga nilai-nilai demokrasi semakin kuat di tengah masyarakat.