Lompat ke isi utama

Berita

Lanjutkan FGD, Sekretariat Bawaslu Pasaman Perkuat Strategi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Menuju Pemilu Berintegritas

Focus Group Discussion (FGD) Sekretariat Bawaslu Pasaman

Focus Group Discussion (FGD) Sekretariat Bawaslu Pasaman

Lubuk Sikaping – Bawaslu Kabupaten Pasaman kembali melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekretariat. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini menjadi wadah bagi seluruh jajaran untuk memperdalam pemahaman, bertukar gagasan, serta meningkatkan kompetensi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan, khususnya pada masa non-tahapan pemilu.

FGD pekan ini menghadirkan Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasaman sebagai pemantik diskusi. Tema yang diangkat berfokus pada penguatan strategi pencegahan pelanggaran serta peningkatan partisipasi masyarakat sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas.

Dalam pemaparannya, Divisi HPPH menjelaskan bahwa keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya ditentukan oleh efektivitas penanganan pelanggaran, tetapi juga oleh optimalnya langkah-langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini. Pencegahan merupakan pendekatan yang lebih efektif karena mampu meminimalkan potensi terjadinya pelanggaran melalui edukasi, sosialisasi, koordinasi, dan penguatan pengawasan partisipatif.

Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap proses demokrasi. Masyarakat dipandang sebagai mitra strategis Bawaslu yang memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pemilu dan pemilihan. Oleh karena itu, diperlukan berbagai inovasi dan pendekatan yang mampu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal demokrasi.

Peserta FGD turut membahas berbagai strategi untuk memperluas jangkauan pendidikan pengawasan partisipatif, di antaranya melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, komunitas pemuda, media massa, serta kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Pemanfaatan media sosial dan platform digital juga menjadi salah satu fokus pembahasan sebagai sarana penyebarluasan informasi kepemiluan yang lebih efektif dan mudah dijangkau masyarakat.

Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan gagasan dari peserta. Forum tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat diimplementasikan dalam mendukung tugas pencegahan dan peningkatan partisipasi masyarakat pada pemilu yang akan datang.

Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pasaman menegaskan bahwa Focus Group Discussion (FGD) merupakan agenda rutin yang terus dilaksanakan sebagai bagian dari budaya belajar organisasi. Di tengah masa non-tahapan pemilu, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas pegawai, memperkuat koordinasi internal, serta memperkaya wawasan mengenai isu-isu kepemiluan dan kelembagaan.

Melalui FGD yang dilaksanakan secara berkesinambungan, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Pasaman semakin siap menghadapi tahapan pemilu berikutnya dengan bekal pengetahuan, kompetensi, dan strategi yang lebih matang. Penguatan kapasitas internal tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang profesional, adaptif, serta berorientasi pada pencegahan.

Bawaslu Kabupaten Pasaman berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kegiatan-kegiatan pengembangan kapasitas sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang modern dan berintegritas. Dengan memperkuat strategi pencegahan serta mendorong partisipasi masyarakat secara berkelanjutan, Bawaslu berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, demokratis, dan berintegritas di Kabupaten Pasaman.