Podcast Obsesilu: Bawaslu Pasaman Bahas Pengalaman dan Rencana Tindak Lanjut Pasca Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P)
|
Lubuk Sikaping – Bawaslu Kabupaten Pasaman kembali menghadirkan ruang edukasi demokrasi melalui Podcast Obrolan Seputar Pemilu (Obsesilu). Pada episode kali ini, Podcast Obsesilu mengangkat tema "Pengalaman dan Rencana Tindak Lanjut Pasca Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P)", sebagai upaya memperkuat semangat pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda.
Podcast tersebut menghadirkan dua narasumber yang merupakan peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Bawaslu Kabupaten Pasaman, yakni Aurelly Nada Salsabila, Duta Baca Kabupaten Pasaman, dan Zikri Wildani Yahaya, mahasiswa. Keduanya berbagi pengalaman selama mengikuti P2P serta menyampaikan komitmen untuk terus berkontribusi dalam mengawal demokrasi melalui pengawasan partisipatif.
Dalam perbincangan yang berlangsung hangat dan interaktif, Aurelly Nada Salsabila mengungkapkan bahwa Pendidikan Pengawasan Partisipatif memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
"Melalui P2P, saya belajar bahwa setiap warga negara memiliki peran dalam menjaga demokrasi. Pengawasan bukan hanya soal melaporkan pelanggaran, tetapi juga bagaimana kita mampu menjadi agen edukasi yang mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya pemilu yang jujur dan adil," ujarnya.
Sebagai Duta Baca Kabupaten Pasaman, Aurelly juga menyampaikan rencana untuk mengintegrasikan nilai-nilai demokrasi dan pengawasan partisipatif ke dalam berbagai kegiatan literasi yang melibatkan generasi muda. Menurutnya, literasi merupakan salah satu sarana efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga integritas pemilu.
Sementara itu, Zikri Wildani Yahaya menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti P2P telah memperluas wawasannya mengenai proses kepemiluan, tugas dan kewenangan Bawaslu, serta pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan demokrasi yang berkualitas.
"P2P memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan yang sebelumnya belum saya pahami. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan kembali informasi yang diperoleh kepada teman-teman dan masyarakat agar semakin banyak yang peduli terhadap pengawasan pemilu," ungkapnya.
Zikri menambahkan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk terus mengampanyekan pentingnya pengawasan partisipatif melalui diskusi, kegiatan akademik, maupun media sosial sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga demokrasi.
Melalui Podcast Obsesilu, Bawaslu Kabupaten Pasaman tidak hanya memberikan ruang bagi alumni P2P untuk berbagi pengalaman, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan dan rencana tindak lanjut yang dapat diimplementasikan di tengah masyarakat. Forum ini menjadi media untuk memperkuat jejaring pengawas partisipatif sekaligus menginspirasi masyarakat agar turut mengambil bagian dalam mengawal setiap proses demokrasi.
Bawaslu Kabupaten Pasaman berharap pengalaman yang dibagikan para narasumber dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam pengawasan pemilu. Semangat kolaborasi yang dibangun melalui Pendidikan Pengawasan Partisipatif diharapkan terus berlanjut dalam bentuk aksi nyata yang mampu memperkuat budaya demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Melalui Podcast Obsesilu, Bawaslu Kabupaten Pasaman menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang dialog yang edukatif dan inspiratif. Dengan melibatkan berbagai kalangan, khususnya generasi muda, podcast ini diharapkan menjadi sarana memperluas pemahaman masyarakat tentang kepemiluan sekaligus memperkuat pengawasan partisipatif sebagai fondasi utama dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.