Lompat ke isi utama

Berita

Tanamkan Demokrasi Sejak Dini, Ketua Bawaslu Pasaman Jadi Juri Tanamkan Demokrasi Sejak Dini, Ketua Bawaslu Pasaman Jadi Juri Lomba Bertutur Estafet dan Legenda Sumatera Barat

Rini Juita dalam kegiatan Jadi Juri Lomba Bertutur Estafet dan Legenda Sumatera Barat

Rini Juita dalam kegiatan Jadi Juri Lomba Bertutur Estafet dan Legenda Sumatera Barat

Pasaman, Menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya melalui kegiatan seni, budaya dan pendidikan. Hal tersebut turut terlihat dalam lomba bertutur estafet dan legenda Sumatera Barat yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasaman.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2026, tersebut berlangsung di lantai 3 Kantor Bupati Kabupaten Pasaman dan diikuti oleh peserta dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Pasaman.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman, Rini Juita, MA, turut dipercaya menjadi salah satu juri. Kehadiran Ketua Bawaslu Pasaman sebagai juri menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan yang tidak hanya mengasah kemampuan peserta dalam bertutur, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya dan cerita daerah kepada generasi muda.

Para peserta tampil membawakan cerita secara estafet maupun legenda yang berasal dari Sumatera Barat. Dengan penuh keberanian, anak-anak menunjukkan kemampuan mereka dalam menyampaikan cerita, bekerja sama dengan teman satu tim, serta tampil di hadapan juri dan penonton.

Rini Juita menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai positif dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, keberanian tampil, kemampuan bekerja sama, mendengarkan orang lain dan menghargai perbedaan merupakan bagian dari nilai-nilai yang juga penting dalam kehidupan demokrasi.

“Demokrasi tidak hanya berbicara tentang Pemilu. Nilai demokrasi bisa kita tanamkan sejak anak-anak melalui hal-hal sederhana, seperti berani tampil, menghargai teman, mau mendengarkan dan bekerja sama. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu ruang yang baik untuk menanamkan nilai tersebut,” ujar Rini.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Pasaman. Menurutnya, kegiatan bertutur dan mengenalkan legenda daerah juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan sejarah serta budaya yang ada di Sumatera Barat.

“Di tengah perkembangan zaman, anak-anak perlu tetap dikenalkan dengan cerita dan budaya daerahnya. Dari cerita para tokoh dan legenda yang mereka bawakan, ada banyak nilai tentang keberanian, persatuan, kejujuran dan perjuangan yang bisa dipelajari,” tambahnya.

Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagi Bawaslu Kabupaten Pasaman, keterlibatan dalam kegiatan yang melibatkan generasi muda merupakan bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai demokrasi dengan cara yang sederhana dan sesuai dengan usia anak.

Melalui kegiatan bertutur estafet dan legenda Sumatera Barat, semangat mengenal budaya daerah berjalan beriringan dengan upaya menanamkan karakter positif dan nilai demokrasi sejak dini kepada generasi penerus Kabupaten Pasaman.