Lompat ke isi utama

Berita

Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu Pasaman Ajak Pelajar SMA 3 Sumbar Jadi Pengawas Pemilu Partisipatif

Rini Juita sebagai pembina upacara di SMAN 3 Sumbar

Rini Juita sebagai pembina upacara di SMAN 3 Sumbar

Pasaman — Menanamkan pemahaman tentang demokrasi kepada generasi muda tidak cukup hanya dilakukan ketika tahapan pemilu berlangsung. Kesadaran untuk menjaga demokrasi perlu dibangun sejak dini, terutama di lingkungan sekolah yang menjadi salah satu tempat penting dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi penerus bangsa.

Hal tersebut menjadi perhatian Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman melalui kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif di SMA 3 Sumbar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Pasaman untuk mendekatkan pendidikan demokrasi dan kepemiluan kepada pelajar sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengawal proses demokrasi.

Kegiatan diawali dengan Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman, Rini Juita, yang hadir sebagai Pembina Upacara di SMA 3 Sumbar. Di hadapan para guru dan peserta didik, Rini menyampaikan amanat yang tidak hanya berbicara tentang pemilu, tetapi juga pentingnya sikap sebagai warga negara yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi.

Dalam amanatnya, Rini mengingatkan bahwa demokrasi bukan sekadar kegiatan memilih pemimpin setiap lima tahun. Lebih dari itu, demokrasi merupakan proses yang membutuhkan partisipasi, kepedulian, tanggung jawab, serta keberanian masyarakat untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai dengan aturan.

Menurutnya, pelajar memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun budaya demokrasi. Meskipun sebagian siswa mungkin belum memiliki hak untuk memilih dalam pemilu, mereka tetap dapat mengambil bagian dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di lingkungan masing-masing.

“Demokrasi bukan hanya tentang siapa yang kita pilih, tetapi bagaimana kita menghargai perbedaan pilihan, menyampaikan pendapat dengan cara yang baik, tidak mudah terprovokasi, serta ikut menjaga lingkungan kita dari berbagai bentuk pelanggaran,” ujar Rini dalam amanatnya.

Ia juga mengajak para siswa untuk tidak menjadi generasi yang hanya menerima informasi begitu saja. Di tengah perkembangan media sosial yang begitu cepat, pelajar diharapkan mampu memilah informasi, memeriksa kebenaran suatu informasi, dan tidak ikut menyebarkan berita yang belum diketahui kebenarannya.

Hal tersebut dinilai penting karena perkembangan teknologi dan media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda. Informasi mengenai politik dan pemilu dapat dengan mudah ditemukan, namun tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan.

“Generasi muda harus menjadi pemilih dan masyarakat yang cerdas. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang diterima. Biasakan untuk memeriksa sumbernya dan jangan ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” lanjutnya.

Setelah pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pengawasan pemilu partisipatif. Bawaslu Pasaman memberikan pemahaman kepada para pelajar bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Partisipasi masyarakat dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari ikut menyebarluaskan informasi kepemiluan yang benar, meningkatkan kesadaran lingkungan sekitar, hingga menyampaikan informasi kepada pihak yang berwenang apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam pemilu.

Bawaslu Pasaman melihat pelajar sebagai kelompok strategis yang perlu diberikan pemahaman sejak dini. Mereka merupakan generasi yang nantinya akan menjadi pemilih, pemimpin, penyelenggara, maupun bagian dari masyarakat yang menentukan arah perjalanan demokrasi Indonesia.

Karena itu, pendidikan pengawasan partisipatif di sekolah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja. Nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai perbedaan pendapat, tidak melakukan perundungan karena perbedaan pilihan, bersikap kritis terhadap informasi, serta membangun kebiasaan berdiskusi secara sehat.

Kehadiran Bawaslu Pasaman di SMA 3 Sumbar pada hari senin 10 agustus 2026 mendapat sambutan baik dari pihak sekolah. Kepala SMA 3 Sumbar, Mardia Roza Tanjung, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu Pasaman.

Menurutnya, pendidikan demokrasi dan kepemiluan merupakan pengetahuan yang penting bagi peserta didik. Sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran siswa sebagai bagian dari masyarakat.

Mardia Roza Tanjung menyambut positif kolaborasi tersebut karena materi yang diberikan Bawaslu dapat menjadi tambahan wawasan bagi para siswa mengenai demokrasi, pemilu, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan.

“Kami menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu Pasaman. Ini merupakan kesempatan bagi anak-anak kami untuk mendapatkan pemahaman secara langsung mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga para siswa semakin memahami bahwa demokrasi merupakan bagian dari kehidupan mereka dan harus dijaga bersama.