Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pasaman Edukasi Mahasiswa KKN Unand tentang Bahaya Politik Uang dan Pengawasan Partisipatif

 sosialisasi mengenai bahaya politik uang dan pentingnya pengawasan partisipatif kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) di Kantor Wali Nagari Tanjung Beringin Utara

 sosialisasi mengenai bahaya politik uang dan pentingnya pengawasan partisipatif kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) di Kantor Wali Nagari Tanjung Beringin Utara

Pasaman – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman menggelar sosialisasi mengenai bahaya politik uang dan pentingnya pengawasan partisipatif kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) di Kantor Wali Nagari Tanjung Beringin Utara. Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dan fasilitasi dari Pemerintah Nagari Tanjung Beringin Utara yang tengah menerima penempatan mahasiswa KKN Unand 08/07.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Pasaman dalam memperluas edukasi kepemiluan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa yang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Dalam pemaparannya, Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman (Zaini Afandi) menjelaskan bahwa politik uang masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan pemilu yang jujur dan adil. Praktik tersebut tidak hanya melanggar aturan perundang-undangan, tetapi juga berdampak pada menurunnya kualitas demokrasi dan berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Selain membahas bahaya politik uang, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif. Bawaslu mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat, mengampanyekan nilai-nilai demokrasi yang berintegritas, serta melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran kepemiluan.

Perwakilan Bawaslu Kabupaten Pasaman menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi yang sangat penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat.

"Mahasiswa adalah agen perubahan. Melalui kegiatan KKN, mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kami berharap ilmu yang diperoleh dalam sosialisasi ini dapat diteruskan kepada warga sehingga kesadaran untuk menolak politik uang dan berpartisipasi dalam pengawasan pemilu semakin meningkat," ungkap Zaini.

Wali Nagari Tanjung Beringin Utara (Yogi Pratama) menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi inisiatif Bawaslu Kabupaten Pasaman dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa KKN. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah nagari, perguruan tinggi, dan Bawaslu menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran demokrasi di tingkat masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Pasaman yang telah memberikan pembekalan kepada mahasiswa KKN Unand. Semoga materi yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan program pengabdian kepada masyarakat sekaligus membantu menyebarluaskan edukasi tentang pentingnya menjaga demokrasi yang bersih dan berintegritas," ujarnya.

Para mahasiswa KKN Universitas Andalas mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai bentuk-bentuk politik uang, mekanisme pelaporan pelanggaran, serta peran generasi muda dalam mendukung pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan yang demokratis.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman berharap mahasiswa KKN Universitas Andalas dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan pendidikan politik kepada masyarakat. Sinergi antara Bawaslu, pemerintah nagari, dan kalangan akademisi diharapkan mampu memperkuat gerakan pengawasan partisipatif sekaligus membangun budaya demokrasi yang jujur, adil, dan bebas dari praktik politik uang di Kabupaten Pasaman.