Bawaslu Pasaman Jadi Tuan Rumah Program SEPAKAT Bawaslu Sumbar, Perkuat Strategi Pengawasan dan Penegakan Hukum Pemilu
|
Bawaslu Pasaman Jadi Tuan Rumah Program SEPAKAT Bawaslu Sumbar, Perkuat Strategi Pengawasan dan Penegakan Hukum Pemilu
Lubuk Sikaping – Bawaslu Kabupaten Pasaman dipercaya menjadi tuan rumah dalam kegiatan Senin Pengawas Berkomitmen dan Bermartabat (SEPAKAT), program peningkatan kapasitas yang diinisiasi oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin tersebut diikuti oleh jajaran Bawaslu dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Mengusung tema "Tantangan dan Strategi Pengawasan Menuju Penegakan Hukum Pemilu", kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman, penguatan kapasitas, sekaligus ruang diskusi bagi jajaran pengawas pemilu dalam menghadapi berbagai tantangan pengawasan menuju penyelenggaraan pemilu yang semakin berkualitas.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Alni, S.H., M.Kn. Dalam sambutannya, Alni menekankan bahwa perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah membawa perubahan besar dalam dinamika demokrasi dan penyelenggaraan pemilu. Oleh karena itu, jajaran pengawas pemilu dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkaya wawasan, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi agar pengawasan tetap relevan serta efektif dalam menjawab tantangan zaman.
"Sebagai pengawas pemilu, kita tidak boleh tertinggal oleh perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi harus dipahami dan dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas pencegahan, serta mendukung penegakan hukum pemilu yang profesional dan berintegritas," ujar Alni.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman, Rini Juita, M.A., bertindak sebagai pemantik diskusi. Dalam pengantarnya, Rini menekankan bahwa tantangan pengawasan pemilu ke depan akan semakin kompleks, sehingga seluruh jajaran pengawas dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat integritas, serta membangun pola pikir yang adaptif terhadap perkembangan regulasi, teknologi, dan dinamika politik.
"Forum SEPAKAT bukan sekadar ruang untuk menyampaikan materi, tetapi menjadi media belajar bersama, bertukar pengalaman, serta mencari solusi atas berbagai tantangan pengawasan yang dihadapi di lapangan. Dengan diskusi yang terbuka, kita dapat memperkuat kualitas pengawasan dan penegakan hukum pemilu," ujar Rini.
Materi pertama disampaikan oleh Zaini Afandi dengan tema "Refleksi Penanganan Pelanggaran Pemilu dan Pilkada Menuju Demokrasi yang Berintegritas." Dalam paparannya, Zaini mengajak seluruh peserta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan penanganan pelanggaran pada Pemilu dan Pilkada sebelumnya sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas penegakan hukum kepemiluan.
Ia menjelaskan bahwa penanganan pelanggaran tidak hanya berorientasi pada aspek penindakan, tetapi juga harus mampu memberikan efek pencegahan, kepastian hukum, dan rasa keadilan bagi seluruh peserta pemilu maupun masyarakat. Menurutnya, penegakan hukum yang profesional, konsisten, dan berintegritas merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga kualitas demokrasi.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Lumban Tori yang mengangkat tema "Pencegahan dan Strategi Pengawas Pemilu." Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pengawasan tidak hanya diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditangani, tetapi juga dari sejauh mana potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini melalui langkah-langkah strategis.
Menurutnya, strategi pengawasan perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemetaan potensi kerawanan, optimalisasi pengawasan partisipatif, penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta pemanfaatan teknologi informasi sebagai instrumen pendukung pengawasan yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis. Para peserta dari 19 kabupaten/kota aktif menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengawasan dan penanganan pelanggaran di daerah masing-masing. Beragam pandangan, pengalaman, dan praktik baik yang disampaikan menjadi pembelajaran bersama untuk memperkuat kapasitas kelembagaan Bawaslu di Sumatera Barat.
Program Senin Pengawas Berkomitmen dan Bermartabat (SEPAKAT) merupakan agenda rutin yang digagas oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat sebagai sarana peningkatan kapasitas dan penguatan kompetensi jajaran Bawaslu kabupaten/kota. Melalui forum ini, setiap daerah diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta inovasi dalam pelaksanaan tugas pengawasan.
Kepercayaan yang diberikan kepada Bawaslu Kabupaten Pasaman sebagai tuan rumah sekaligus pengisi materi menjadi wujud komitmen lembaga dalam mendukung penguatan kapasitas pengawas pemilu di Sumatera Barat. Melalui semangat kolaborasi dan diskusi yang konstruktif, Bawaslu Pasaman berharap forum SEPAKAT terus menjadi ruang lahirnya gagasan, strategi, dan inovasi untuk mewujudkan pengawasan yang profesional serta penegakan hukum pemilu yang berintegritas demi terciptanya demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.