Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pasaman Perdalam Fungsi Kehumasan Bersama Jaringan Pemred Sumbar

kegiatan peningkatan kapasitas dan evaluasi kehumasan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Sumatera Barat melalui Zoom Meeting, Rabu (20/5).

kegiatan peningkatan kapasitas dan evaluasi kehumasan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Sumatera Barat melalui Zoom Meeting, Rabu (20/5).

Pasaman — Dalam upaya memperkuat kualitas publikasi dan komunikasi kelembagaan, Bawaslu Pasaman mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dan evaluasi kehumasan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Sumatera Barat melalui Zoom Meeting, Rabu (20/5).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu Sumatera Barat, Muhammad Khadafi selaku Koordinator  Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan fungsi kehumasan sebagai ujung tombak penyampaian informasi kelembagaan kepada masyarakat.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, kehumasan dituntut mampu menghadirkan informasi yang edukatif, akurat, dan mudah dipahami publik. Karena itu, peningkatan kapasitas kehumasan menjadi hal penting agar publikasi lembaga dapat berjalan lebih maksimal.

Dalam kegiatan itu, Bawaslu Sumatera Barat menghadirkan Penasehat Jaringan Pemred Sumbar, Novrianto, S.IP, sebagai narasumber utama. Ia memberikan materi terkait tata cara pembuatan berita dan pengambilan foto untuk berita,

Ketua Bawaslu Pasaman (Rini Juita) beserta staf Kehumasan (Muhammad Arif) mengikuti kegiatan tersebut secara daring dari kantor sekretariat dengan penuh antusias. Kegiatan ini dinilai menjadi ruang belajar yang penting untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan informasi dan publikasi kelembagaan.

Dalam pemaparannya, Novrianto menjelaskan bahwa fungsi kehumasan saat ini memiliki peran yang semakin strategis dalam membangun citra dan kepercayaan publik terhadap lembaga. Menurutnya, humas tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara lembaga dengan masyarakat.

“Berita yang baik itu bukan sekadar panjang, tetapi bagaimana informasi tersampaikan dengan jelas dan enak dibaca. Judul harus menarik, isi harus runtut, dan narasi harus mudah dipahami masyarakat,” jelasnya.

Selain materi penulisan berita, Novrianto juga membahas teknik pengambilan foto untuk mendukung kualitas publikasi. Menurutnya, foto memiliki peran penting dalam memperkuat pesan sebuah berita karena visual menjadi hal pertama yang dilihat pembaca.

Ia mengingatkan peserta agar memperhatikan sudut pengambilan gambar, pencahayaan, fokus objek, serta momentum saat mengambil foto kegiatan. Foto yang baik, kata dia, harus mampu menggambarkan suasana kegiatan secara natural dan informatif.

“Kadang orang tertarik membaca berita justru karena fotonya lebih dulu menarik perhatian. Karena itu pengambilan foto juga harus diperhatikan, jangan asal dokumentasi,” katanya.

Selain membahas strategi publikasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan kehumasan di masing-masing daerah. Peserta diajak berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam penyebarluasan informasi pengawasan, termasuk bagaimana menghadapi perkembangan arus informasi digital yang semakin dinamis.

Bagi Bawaslu Pasaman, kegiatan peningkatan dan evaluasi kehumasan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas komunikasi publik agar kerja-kerja pengawasan dapat diketahui dan dipahami masyarakat secara lebih luas.

Kehumasan dinilai memiliki peran penting dalam membangun kedekatan lembaga dengan masyarakat. Melalui publikasi yang baik, masyarakat tidak hanya mengetahui tugas dan fungsi Bawaslu, tetapi juga dapat ikut berpartisipasi dalam pengawasan pemilu secara aktif.

Dengan mengikuti kegiatan tersebut, Bawaslu Pasaman berharap kemampuan pengelolaan informasi dan publikasi kelembagaan semakin meningkat, sehingga fungsi kehumasan dapat berjalan lebih optimal dalam mendukung pengawasan pemilu yang transparan, partisipatif, dan bermartabat.