Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pasaman Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pembina Upacara Tekankan Persatuan dan Tanggung Jawab Generasi Muda

 Rini Juita (Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman) dalam kegiatan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98

 Rini Juita (Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman) dalam kegiatan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 

Pasaman — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, kebangsaan, serta tanggung jawab generasi muda dalam menjaga kehidupan demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman, Rini Juita, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Rini menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pemuda memiliki posisi penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, generasi muda perlu memiliki semangat persatuan, integritas, kepedulian, serta tanggung jawab dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah perkembangan zaman.

“Semangat Sumpah Pemuda harus terus kita hidupkan. Persatuan menjadi kekuatan utama dalam membangun bangsa. Generasi muda harus mampu mengambil peran dan menunjukkan tanggung jawabnya sebagai bagian dari masyarakat,” pesan Rini dalam amanatnya.

Rini juga mengingatkan pentingnya bagi generasi muda untuk menggunakan ruang digital secara bijak. Perkembangan teknologi dan media sosial harus dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang positif, membangun edukasi, serta memperkuat persatuan, bukan menjadi ruang untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian maupun informasi yang dapat memecah belah masyarakat.

Dalam konteks demokrasi, Rini menegaskan bahwa pemuda juga memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Keterlibatan generasi muda tidak hanya dibutuhkan saat momentum pemilu, tetapi juga dalam membangun kesadaran politik, mengawasi proses demokrasi, serta mendorong masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab.

“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi. Mari bersama-sama menjaga persatuan, menjunjung tinggi integritas, dan mengambil bagian dalam mengawal demokrasi yang berkualitas,” ujarnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di lingkungan Bawaslu Pasaman diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk terus memperkuat semangat kebangsaan dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga demokrasi.

Semangat Sumpah Pemuda juga menjadi dorongan bagi Bawaslu Pasaman untuk terus membangun pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, pemuda diharapkan dapat menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan serta mengawal demokrasi di Kabupaten Pasaman.