Lompat ke isi utama

Berita

Kolaborasi dengan Mahasiswa KKN Unand dan Wali Nagari Tanjung Beringin Utara, Bawaslu Pasaman Kampanyekan Gerakan Tolak Politik Uang

Rini Juita dalam kegiatan Diskusi Publik Gerakan Tolak Politik Uang

Rini Juita dalam kegiatan Diskusi Publik Gerakan Tolak Politik Uang

Tanjung Beringin Utara – Dalam upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga integritas demokrasi, Bawaslu Kabupaten Pasaman berkolaborasi dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) dan Pemerintah Nagari Tanjung Beringin Utara menggelar Diskusi Publik Gerakan Tolak Politik Uang. Kegiatan yang berlangsung pada hari kamis 16/7 di halaman Kantor Wali Nagari Tanjung Beringin Utara ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami bahaya praktik politik uang serta pentingnya partisipasi aktif dalam mengawal demokrasi.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Wali Nagari Tanjung Beringin Utara, Yogi Pratama, yang memfasilitasi pelaksanaan kegiatan sehingga dapat diikuti oleh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN Universitas Andalas.

Diskusi publik dipandu oleh Ferdi Athala Al Zacky selaku moderator yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif. Sementara itu, para narasumber yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, yakni Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman, Rini Juita, Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman, Zaini Afandi, Zulfetra sebagai pemerhati budaya, dan Aurelly Nada Salsabilla selaku Duta Baca.

Dalam pemaparannya, Rini Juita menegaskan bahwa politik uang merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kualitas demokrasi. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, tetapi juga dapat merusak nilai-nilai demokrasi serta menghasilkan kepemimpinan yang tidak berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Demokrasi yang berkualitas lahir dari pilihan masyarakat yang bebas dan tanpa intervensi. Politik uang bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral yang harus kita lawan bersama. Karena itu, keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, menjadi kunci dalam membangun budaya demokrasi yang bersih dan berintegritas," ujar Rini Juita.

Pada kesempatan yang sama, Zaini Afandi menjelaskan peran strategis masyarakat dalam pengawasan partisipatif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga berani menolak serta melaporkan apabila menemukan dugaan praktik politik uang.

"Pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas Bawaslu. Keberhasilan menciptakan pemilu yang jujur dan adil sangat bergantung pada kepedulian masyarakat. Ketika masyarakat berani mengatakan tidak terhadap politik uang, maka kita telah mengambil langkah besar dalam menjaga kualitas demokrasi," jelasnya.

Sementara itu, Zulfetra mengajak masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjunjung tinggi kejujuran, amanah, dan kebersamaan sebagai benteng dalam menghadapi praktik-praktik yang mencederai demokrasi. Menurutnya, budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat yang berintegritas.

Di sisi lain, Aurelly Nada Salsabilla menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh praktik politik uang maupun informasi yang menyesatkan. Ia mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan wawasan agar mampu berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan demokrasi.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan serta berbagi pandangan mengenai tantangan demokrasi di tingkat nagari. Diskusi tersebut menjadi wadah bertukar gagasan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan demokrasi yang bersih dan bermartabat.

Bawaslu Kabupaten Pasaman mengapresiasi dukungan Pemerintah Nagari Tanjung Beringin Utara, khususnya Wali Nagari Yogi Pratama, serta kolaborasi Mahasiswa KKN Universitas Andalas yang telah menginisiasi ruang edukasi bagi masyarakat. Sinergi antara penyelenggara pengawas pemilu, pemerintah nagari, perguruan tinggi, dan masyarakat dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas pendidikan politik serta memperkuat gerakan pengawasan partisipatif.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman berharap semangat Tolak Politik Uang terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi seluruh elemen bangsa, diharapkan akan lahir budaya demokrasi yang berlandaskan integritas, kejujuran, dan partisipasi aktif masyarakat, sehingga setiap proses pemilu dan pemilihan dapat berlangsung secara demokratis, jujur, adil, dan bermartabat.