Lompat ke isi utama

Berita

Upaya Jaga Hak Pilih, Bawaslu Pasaman Terus Awasi CokTas di Tengah Efisiensi Anggaran

kegiatan coktas yang dilakukan oleh sekretariat bawaslu Pasaman

kegiatan coktas yang dilakukan oleh sekretariat bawaslu Pasaman

Pasaman — Komitmen menjaga hak pilih masyarakat terus ditunjukkan Bawaslu Pasaman di tengah berbagai tantangan pelaksanaan tahapan pemilu, termasuk kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan. Meski dengan keterbatasan anggaran operasional, pengawasan terhadap pencocokan dan penelitian terbatas (CokTas) tetap berjalan sebagai bagian penting dalam memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat tetap terdaftar sebagai pemilih.

Bawaslu Pasaman menilai bahwa pengawasan tahapan pemutakhiran data pemilih merupakan salah satu pekerjaan krusial dalam proses demokrasi. Sebab, persoalan data pemilih kerap menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan pemilu maupun pemilihan. Kesalahan data, pemilih ganda, hingga warga yang belum masuk daftar pemilih dapat berdampak langsung terhadap hilangnya hak konstitusional masyarakat.

Karena itu, meskipun berada dalam situasi efisiensi anggaran, jajaran Badan pengawas pemilu di Kabupaten Pasaman tetap bergerak melakukan pengawasan secara melekat terhadap pelaksanaan CokTas yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pasaman.

Ketua Bawaslu Pasaman (Rini Juita) menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pengawasan, terutama berkaitan langsung dengan hak pilih masyarakat.

“Bagi kami, menjaga hak pilih masyarakat adalah prioritas. Efisiensi anggaran memang menjadi tantangan, tetapi pengawasan tetap harus berjalan maksimal. Jangan sampai ada masyarakat yang kehilangan hak pilih hanya karena persoalan administrasi atau pendataan,” ujarnya.

Menurutnya, proses CokTas bukan hanya sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kualitas demokrasi. Data pemilih yang akurat akan menentukan kualitas pelaksanaan pemilu ke depan.

Di tengah keterbatasan anggaran, Bawaslu Pasaman juga melakukan berbagai langkah efisiensi dalam pelaksanaan pengawasan. Koordinasi internal diperkuat, pengawasan berbasis pencegahan dimaksimalkan, dan pemanfaatan komunikasi digital terus dioptimalkan agar pengawasan tetap efektif tanpa mengurangi kualitas kerja di lapangan.

Tidak hanya mengandalkan jajaran pengawas, Bawaslu Pasaman juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas data pemilih. Warga diminta memeriksa data diri dan segera melapor apabila menemukan ketidaksesuaian dalam proses pendataan.

Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting karena pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan sendiri oleh penyelenggara maupun pengawas. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.

Dengan pengawasan yang terus dilakukan secara berkelanjutan, Bawaslu Pasaman berharap seluruh proses pemutakhiran data pemilih dapat berjalan optimal meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Bawaslu juga memastikan akan terus hadir mengawal setiap tahapan demi melindungi hak konstitusional masyarakat dan menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Pasaman.