Lompat ke isi utama

Berita

Jelang Launching 1 Muharam, Bawaslu Pasaman Matangkan Persiapan Program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P)

Rapat persiapan peluncuran Program Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat secara daring, Rabu (10/6/2026).

Rapat persiapan peluncuran Program Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat secara daring, Rabu (10/6/2026). 

Pasaman – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pasaman mengikuti rapat persiapan peluncuran Program Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat secara daring, Rabu (10/6/2026). 

Rapat tersebut dilaksanakan dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan launching Program Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Barat pada 16 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. 

Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Alni, dalam arahannya menyampaikan bahwa Program Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) merupakan salah satu program prioritas nasional Bawaslu yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Bawaslu Republik Indonesia, Bawaslu Provinsi hingga Bawaslu Kabupaten/Kota. 

“Program Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif ini merupakan program prioritas nasional Bawaslu. Melalui program ini, kami ingin melahirkan kader-kader pengawasan partisipatif yang memiliki kompetensi, pemahaman kepemiluan, serta kepedulian terhadap demokrasi yang bersih dan berintegritas,” ujar Alni. 

Menurutnya, kehadiran P2P diharapkan menjadi pusat edukasi dan pengembangan kapasitas masyarakat dalam bidang kepemiluan dan demokrasi. Program ini juga bertujuan memperluas partisipasi publik dalam pengawasan serta mendorong lahirnya agen-agen pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. 

Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman (rini juita) menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan peluncuran program tersebut. Melalui rapat persiapan yang diikuti secara daring, berbagai aspek teknis dan substansi kegiatan dibahas guna memastikan pelaksanaan launching berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Momentum 1 Muharam dipandang sebagai waktu yang tepat untuk memulai program strategis tersebut. Semangat hijrah yang terkandung dalam Tahun Baru Islam diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya pengawasan partisipatif yang kuat demi terwujudnya demokrasi yang berintegritas.
Dengan diluncurkannya Program Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P), Bawaslu berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu dan pemilihan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.