Lompat ke isi utama

Berita

MERAWAT DEMOKRASI SEJAK DINI, BAWASLU PASAMAN AJAK GENERASI MUDA MENJADI PEMILIH BERINTEGRITAS DAN BERANI CEGAH PELANGGARAN

Rini Juita (Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman) dalam kegiatan Sosialisasi di SMAN 1 Bonjol

Rini Juita (Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman) dalam kegiatan Sosialisasi di SMAN 1 Bonjol

Bonjol — Upaya membangun demokrasi yang sehat tidak hanya dilakukan saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga melalui pendidikan politik kepada generasi muda sejak dini. Berangkat dari semangat tersebut, pada Jumat, 22 Mei 2026, Bawaslu Kabupaten Pasaman menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif di SMA Negeri 1 Bonjol dengan mengusung tema “Merawat Demokrasi Sejak Dini”.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah terjalin antara Bawaslu Kabupaten Pasaman dengan pihak sekolah dalam rangka memperkuat pendidikan demokrasi, meningkatkan kesadaran politik pelajar, sekaligus membangun budaya pengawasan partisipatif di lingkungan pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasaman, Rini Juita hadir sebagai narasumber utama. Di hadapan para siswa dan siswi pemilih pemula, ia menyampaikan bahwa demokrasi yang baik tidak hadir begitu saja, melainkan harus dirawat bersama melalui pengetahuan, kepedulian, dan integritas sejak usia muda.

Dalam penyampaiannya, Rini Juita menekankan bahwa pemilih pemula merupakan kelompok strategis yang memiliki kontribusi besar dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, generasi muda perlu dibekali pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai pemilih, sekaligus keberanian untuk mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu.

“Generasi muda tidak boleh apatis terhadap demokrasi. Pelajar harus menjadi pemilih yang cerdas, berintegritas, kritis terhadap informasi, serta berani menolak politik uang, hoaks, dan berbagai bentuk pelanggaran pemilu,” ungkap Rini Juita saat menyampaikan materi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat luas, termasuk para pelajar sebagai calon pemilih masa depan. Menurutnya, partisipasi aktif generasi muda sangat penting untuk menciptakan demokrasi yang sehat, jujur, dan berkeadilan.

Suasana kegiatan berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan seputar kepemiluan, bentuk-bentuk pelanggaran, pengawasan partisipatif, hingga bagaimana cara masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran pemilu.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala SMA Negeri 1 Bonjol, Drs. Rizka Khaira, M.Si. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas pelaksanaan sosialisasi yang dinilai memberikan nilai edukatif penting bagi siswa, khususnya dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini.

Menurutnya, pendidikan demokrasi merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik, sehingga para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman sosial, tanggung jawab, dan kesadaran sebagai warga negara yang baik.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya demokrasi, integritas, serta keberanian untuk menjaga proses demokrasi agar tetap berjalan dengan baik. Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan perhatian dari Bawaslu Pasaman terhadap pendidikan politik generasi muda,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari kolaborasi yang telah terjalin melalui MoU, kegiatan sosialisasi ini diharapkan tidak berhenti pada satu momentum saja, tetapi terus berlanjut melalui program edukasi lainnya yang mampu menanamkan kesadaran demokrasi kepada pelajar.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pasaman berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya menggunakan hak pilih, tetapi juga memiliki keberanian untuk ikut menjaga kualitas demokrasi dengan menjadi pemilih yang berintegritas, kritis terhadap informasi, serta aktif mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu di lingkungan sekitarnya.