Lompat ke isi utama

Berita

Rebut Kepercayaan Publik, Bawaslu Pasaman Genjot Transformasi Kehumasan

Kegiatan peningkatan kapasitas kehumasan bawaslu Kabupaten Pasaman

Kegiatan peningkatan kapasitas kehumasan bawaslu Kabupaten Pasaman

Pasaman, 9 Juni 2026 – Di era digital yang bergerak begitu cepat, kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui kinerja kelembagaan yang baik, tetapi juga melalui kemampuan menyampaikan informasi secara tepat, menarik, dan mudah diakses masyarakat. Menyadari pentingnya peran tersebut, Bawaslu Pasaman menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Kehumasan yang berlangsung di Media Center Bawaslu Pasaman, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pimpinan, sekretariat, dan staf Bawaslu Pasaman ini menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat strategi komunikasi publik lembaga dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang terus berubah.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita. Dalam sambutannya, Rini menegaskan bahwa kehumasan bukan lagi sekadar pelengkap dalam sebuah lembaga, melainkan telah menjadi salah satu fungsi strategis yang menentukan bagaimana masyarakat mengenal, memahami, dan menilai kinerja Bawaslu.

Menurutnya, berbagai kegiatan pengawasan, pencegahan, sosialisasi, maupun penguatan demokrasi yang dilaksanakan oleh Bawaslu tidak akan memberikan dampak yang maksimal apabila tidak tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

"Kehumasan hari ini memiliki peran yang sangat penting dalam membangun citra dan kepercayaan publik terhadap lembaga. Banyak kerja-kerja pengawasan yang telah dilakukan, namun apabila tidak dipublikasikan dengan baik, masyarakat tidak akan mengetahui sejauh mana Bawaslu bekerja," ujarnya.

Rini juga menekankan bahwa keberhasilan kehumasan tidak hanya menjadi tanggung jawab staf yang mengelola media sosial atau publikasi semata. Dibutuhkan dukungan dari seluruh unsur di lingkungan Bawaslu Pasaman agar informasi yang diproduksi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Ia berharap seluruh jajaran sekretariat dapat menjadi bagian dari ekosistem kehumasan dengan memberikan dukungan terhadap setiap konten yang dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial Bawaslu Pasaman.

"Saya berharap adanya support system dari seluruh keluarga besar Bawaslu Pasaman. Kehumasan bukan hanya tugas satu bagian, tetapi tugas kita bersama. Ketika ada publikasi yang diunggah, mari kita bantu menyebarluaskan, memberikan dukungan, dan ikut mempromosikan informasi yang telah dibuat agar semakin banyak masyarakat yang menerima pesan-pesan pengawasan yang kita sampaikan," ungkapnya.

Selain itu, Rini juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan strategi komunikasi yang telah disusun. Ia meminta agar kalender konten yang telah ditetapkan melalui rapat pleno dapat dijalankan secara disiplin sebagai pedoman publikasi kelembagaan.

Menurutnya, kalender konten menjadi instrumen penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat berlangsung secara terencana, berkelanjutan, dan tidak hanya berfokus pada publikasi kegiatan semata.

"Kalender konten yang telah kita sepakati bersama harus dijalankan secara konsisten. Dengan perencanaan yang baik, kita dapat menghadirkan konten yang lebih terstruktur, informatif, dan menarik bagi masyarakat. Ini menjadi salah satu langkah untuk membangun kehumasan yang lebih baik ke depan," tambahnya.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Muhammad Khadafi, Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat.

Dalam arahannya, Khadafi memberikan apresiasi terhadap perkembangan kehumasan Bawaslu Pasaman yang dinilainya terus menunjukkan kemajuan dalam beberapa waktu terakhir. Ia melihat adanya upaya yang cukup baik dalam menghadirkan berbagai informasi kelembagaan kepada masyarakat melalui media sosial maupun kanal publikasi lainnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan komunikasi publik saat ini semakin kompleks. Masyarakat tidak lagi hanya membutuhkan informasi yang cepat, tetapi juga informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami.

"Kehumasan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun hubungan antara lembaga dan masyarakat. Karena itu, kehumasan harus terus berkembang, mampu mengikuti perubahan zaman, dan menghadirkan informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," katanya.

Khadafi juga mendorong agar kehumasan Bawaslu Pasaman semakin aktif dan inovatif dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai pengawasan pemilu dan demokrasi kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan publikasi tidak hanya bergantung pada kualitas konten yang dibuat, tetapi juga pada dukungan seluruh elemen di lingkungan Bawaslu.

"Saya berharap seluruh staf dapat ikut berkontribusi dalam mendukung publikasi yang dilakukan oleh Bawaslu Pasaman. Hal sederhana seperti memberikan like, membagikan (share), atau menyebarluaskan konten melalui akun pribadi dapat membantu memperluas jangkauan informasi lembaga kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Khadafi, budaya mendukung publikasi lembaga harus dibangun bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap citra dan eksistensi Bawaslu di ruang publik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Roza Molina selaku Kepala Bagian Hukum, Humas, dan Informasi Bawaslu Provinsi Sumatera Barat.

Dalam pemaparannya, Roza menyoroti pentingnya kreativitas dalam pengelolaan media sosial kelembagaan. Menurutnya, pola komunikasi publik saat ini telah berubah dan menuntut kehumasan untuk lebih inovatif dalam memproduksi konten.

Ia menyampaikan bahwa konten media sosial Bawaslu tidak boleh hanya berisi dokumentasi kegiatan formal semata, melainkan perlu dikembangkan menjadi lebih variatif dan interaktif.

"Konten kegiatan tetap penting, tetapi kita juga perlu menghadirkan kuis edukatif, video pendek yang menarik, infografis, konten ringan yang mengandung pesan pengawasan, maupun bentuk kreatif lainnya. Dengan begitu, masyarakat akan lebih tertarik untuk mengikuti akun media sosial Bawaslu," jelasnya.

Roza menambahkan bahwa keberhasilan media sosial saat ini tidak hanya diukur dari jumlah unggahan, tetapi juga dari kemampuan konten dalam menjangkau audiens, membangun interaksi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kepemiluan dan demokrasi.

Untuk memperkuat kemampuan teknis peserta, kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber eksternal dari kalangan media profesional.

Narasumber pertama, Zulfikar dari TVRI, menyampaikan materi mengenai teknik pengambilan foto dan video untuk kebutuhan publikasi lembaga. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya komposisi gambar, pemilihan sudut pengambilan foto, pencahayaan, pengaturan frame video, hingga teknik menghasilkan visual yang mampu menarik perhatian audiens.

Menurut Zulfikar, kualitas visual menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah konten di media sosial.

"Konten yang baik harus didukung visual yang baik pula. Foto dan video yang menarik akan membuat masyarakat lebih tertarik untuk melihat dan memahami pesan yang ingin disampaikan," terangnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Ekie Noprismon dari Media Haluan, membawakan materi tentang teknik penulisan berita yang menarik dan efektif.

Dalam paparannya, Ekie menjelaskan bahwa sebuah berita harus mampu menggabungkan unsur informasi dan storytelling sehingga pembaca tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga merasa terlibat dengan peristiwa yang diberitakan.

Ia mengajak peserta untuk lebih kreatif dalam menyusun judul, menentukan sudut pandang pemberitaan, serta membangun alur tulisan yang mudah dipahami dan enak dibaca.

"Berita yang baik bukan hanya menjawab unsur 5W+1H, tetapi juga mampu membuat pembaca bertahan hingga paragraf terakhir. Karena itu, penting bagi humas untuk memahami teknik menulis yang menarik tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik," jelasnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan berbagai diskusi, tanya jawab, serta praktik terkait produksi konten dan penulisan berita. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya kesadaran akan pentingnya transformasi kehumasan dalam mendukung tugas-tugas kelembagaan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Pasaman menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas kehumasan sebagai garda terdepan komunikasi publik. Dengan dukungan seluruh jajaran, penerapan kalender konten yang konsisten, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Bawaslu Pasaman optimistis mampu menghadirkan informasi yang lebih berkualitas, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan pada akhirnya memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.